My Father My Hero

Bagi saya Papa Itu bukan hanya sosok seorang ayah, Papa adalah juga sahabat, teman diskusi, motivator, dokter pribadi, supir pribadi (upss), sekretaris pribadi (papa orangnya rapi banget, sumpah! hehe) dan juga donatur saat kanker alias kantong kering. 😄

Dari Papa saya belajar banyak hal tentang hidup. Bahwa hidup bukan hanya untuk kebahagiaan diri sendiri. Hidup itu juga harus bermanfaat bagi orang lain. Mungkin itulah sebabnya mengapa Papa menamai saya “Rizki Pratiwi” yang artinya rezeki untuk ibu pertiwi.

Sejak saya berusia dua tahun Papa sudah sering mengajak saya pergi dan menyusuri perkampungan kecil tempat papa ditugaskan, saya diajak menyaksikan langsung bagaimana papa dengan sabar & telaten mengobati pasien-pasiennya. Bagaimana papa berinteraksi dengan mereka. Dan bagaimana raut-raut bahagia itu terpancar di wajah orang-orang yang kami datangi. Waktu itu keadaan perekonomian rakyat masih sulit, apalagi di perkampungan kecil yang listriknya saja belum ada. Tak jarang Papa dibayarnya bukan pakai uang, tapi sayur mayur atau buah-buahan. Bahkan kadang ada yang hanya ucapan terima kasih. Namun disanalah saya mulai mengerti & memahami apa arti kemanusiaan.

Sering menemani Papa mengobati pasien-pasiennya membuat saya pernah bercita-cita untuk menjadi dokter. Meski akhirnya takdir berkata lain, ternyata Allah lebih ridho saya menjadi doktor (soon insyaAllah.. aamiin) daripada menjadi dokter. hehehe. Kata Papa, tidak terlalu penting profesinya apa, yang terpenting itu kebermanfaatan kita untuk sesama dari apapun profesi yang kita geluti. Papa juga yang meyakinkan saya sebagai perempuan untuk tidak perlu khawatir perkara jodoh sebab pendidikan tinggi yang dimiliki. Papa bilang; “Lelaki sejati pasti mengerti bahwa perempuan butuh pendidikan tinggi untuk bekal mendidik generasi. Lelaki yang gengsi dengan perempuan yang berpendidikan tinggi adalah lelaki yang tidak percaya diri dan tidak percaya dengan pengaturan Allah. Bagaimana kamu bisa mempercayakan hidupmu dengan lelaki yang masih mempersoalkan pendidikan tinggimu. Allah saja menilai manusia dari tingkat keimanannya bukan dari gelar kesarjanaannya. Kejar terus mimpimu, nak. Tuntutlah ilmu setinggi-tingginya, jadilah sebaik-baik madrasatul ula bagi anak-anakmu kelak. Tenang saja, akan ada lelaki terbaik bagi perempuan yang senantiasa memperbaiki kualitas dirinya.” Papa juara banget lah kalau soal memotivasi. hehe.

Untuk perihal ibadah Papa tidak pernah memaksakan. Tapi Papa meneladankannya langsung. Dari sanalah kesadaran itu tumbuh, termasuk kesadaran saya untuk berhijab & mendalami ilmu agama.

Papa juga yang menjadikan saya begitu mencintai buku. Tidak hanya membacanya tapi juga merawatnya, menyampulinya hingga melabelinya. Bahkan dulu Papa membelikan kami sticker nama khusus untuk melabeli buku-buku koleksi kami.

Untuk masalah pendidikan, Papa adalah pendukung utama. Disaat naluri Mama sebagai seorang ibu kadang membuatnya tidak ingin berpisah jauh dari anak-anak, Papa justru memotivasi kami untuk berpetualang mengejar impian. Termasuk mendukung pilihan saya untuk melanjutkan pendidikan di pesantren. Selepas SMP semua anak-anaknya telah merantau untuk menuntut ilmu. Papa selalu bilang, ilmu lah yang akan meninggikan derajat seseorang didunia & diakhirat.

Papa adalah penyemangat disaat saya kadang patah semangat. Pesan papa: “ingatlah, nak, saat kau tak punya siapa-siapa selain Allah, Allah saja itu cukup”.

Gak akan ada habis-habisnya deh kalo membahas tentang papa. Papa itu ayah juara satu sedunia!.

Met Milad, Pa. Barakallah fi umrik! Semoga Allah memampukan puteri kecilmu ini untuk mewujudkan harapan dan semua do’a-do’a baik Papa. Love you coz Allah ❤❤❤.

~Your little girl.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s