Halal & Berkah

Didalam Alquran kita diperintahkan untuk memakan makanan tidak hanya yang halal tapi juga baik. Baik disini tentu saja tidak hanya berarti baik kondisi fisiknya, namun juga mendatangkan keberkahan.

Menilik kehidupan orang-orang hebat, ternyata mereka pun “ditumbuhkan” dari makanan-makanan yang halal lagi berkah. orang tua mereka begitu memperhatikan masalah halal & haram ini. Baik ayah maupun ibu.

Sang Ayah memastikan kehalalan sumber-sumber rezeki yang dicarinya sebagai jalan menafkahi keluarga. Sementara Ibu memastikan kehalalan setiap apapun yang diolah dari nafkah yang dibawa oleh sang ayah hingga menjadi daging & darah.

Betapa kompaknya ayah & ibu dari orang-orang hebat ini. Kekompakan yang terjadi karena telah menyatunya visi dan misi yang sama, yang semua bermuara pada ridho Allah semata.

Namun tidak sampai disitu saja, ketika menilik lebih jauh ke belakang maka kita akan bertambah takjub sekaligus malu. Karena ternyata penjagaan akan halal dan haram itu tidak hanya dimulai oleh ayah dan ibu mereka saat membina rumah tangga saja, namun telah dimulai saat masing-masing diantara mereka masih muda belia.

Mungkin Itulah sebabnya mengapa mereka akhirnya dipasangkan. Sebagaimana janji Tuhan untuk setiap umat manusia, bahwa yang baik akan dipasangkan dengan yang baik pula. Begitupula sebaliknya.

Disini kembali kita meyakini bahwa jiwa orang-orang yang beriman itu akan mudah untuk saling mengenali. Sebagaimana jiwa-jiwa mereka telah bertemu lebih dulu di langit sebelum pertemuan jasad-jasad mereka di bumi.

Bahkan, dapat dikenali dari hal yang paling mudah & sederhana; makanan. Mereka yang cinta, harap & takut hanya kepada Rabb nya tentu akan memilih makanan yang halal lagi berkah.

Masalah halal & haram  dalam hal makanan mungkin tidak terlalu terasa saat kita berada di negara yang mayoritasnya muslim. Berbeda halnya saat kita sedang berada di lingkungan muslim minoritas. Mungkin itu pula sebabnya, mengapa salah seorang sahabat rasul mewasiatkan jika kita ingin mengenali karakter seseorang lebih dalam, salah satunya perhatikanlah bagaimana perangainya saat sedang safar. Karena iman akan teruji, perilaku akan nampak saat kita sedang bepergian jauh. Disana jiwa-jiwa kan mulai mengenali lebih jauh. Lalu menyeleksi mana yang lebih menentramkan hati. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s