Teladan Cinta

Jodoh, seseorang yang Allah takdirkan untuk kita. Jodoh biasanya merupakan cerminan jiwa dan jawaban atas segala do’a-do’a kita. Jodoh sejati tak hanya berpasangan di dunia tapi juga berpasangan di akhirat. Perihal muaranya ke surga atau ke neraka itu tergantung amalan keduanya. Oleh karenanya mengapa mencari jodoh itu sebaiknya seseorang yang dengannya perjuangan menjejak surga menjadi lebih mudah. Biasanya nih ciri-cirinya punya kesamaan visi dan misi, yaitu visi misi keluarga surgawi. Kalau sudah satu visi misi, insyaAllah hatinya pun satu frekuensi.

Nah, kalau hatinya sudah satu frekuensi perihal yang lain-lainnya tidak terlalu jadi masalah. Termasuk perihal perbedaan usia, apakah sebaya, lebih tua, atau lebih muda. Tak perlu khawatir sebab Islam sudah memiliki teladannya masing-masing.

Bila seorang muslimah menikah dengan yang usianya sebaya, maka teladan cintanya adalah kisah Fatimah & Ali. Keduanya begitu menjaga kesucian hati hingga Allah satukan keduanya dalam ikatan suci. Mereka jadi pasangan yang saling menguatkan, bahagia meski hidup amat sederhana. Ali adalah sosok suami yang begitu bertanggungjawab menafkahi keluarga, sedang Fathimah adalah sosok istri yang tegar dan sangat qonaah.

Bila seorang muslimah menikah dengan yang usianya lebih tua maka teladan cintanya adalah kisah Nailah As-Syam & Utsman bin Affan. Mereka adalah pasangan yang saling menguatkan. Ustman adalah sosok suami yang bijaksana dan sebaik-baik guru bagi istrinya. Sedang Nailah adalah sosok istri yang taat lagi berbakti dan mencintai suami sepenuh hati. Sejarah mencatat bagaimana heroiknya Nailah saat ia menghalangi pedang musuh yang hendak membunuh suami tercinta dengan tangannya hingga putus jari jemari. Bahkan sepeninggal suami, meski banyak lelaki yang ingin menikahi, Nailah tetap menjaga cintanya hanya untuk Ustman semata.

Selanjutnya bila seorang muslimah menikah dengan yang usianya lebih muda, maka teladan cintanya adalah kisah khadijah & Rasulullah Muhammad SAW. Mereka adalah pasangan sekaligus teladan terbaik sepanjang sejarah umat manusia. Rasulullah adalah sebaik-baik suami dan khadijah adalah sebaik-baik istri. Cinta mereka adalah cinta sejati. Khadijah adalah satu-satunya istri yang tak pernah dimadu oleh Rasulullah. Dari Khadijah pula Rasulullah memiliki banyak keturunan. Bahkan Rasulullah terus mengingat khadijah sepanjang hidupnya.

“Dia beriman kepadaku disaat yang lain masih dalam kebimbangan, dia membenarkanku ketika yang lain mendustakanku dan dia telah mengorbankan seluruh harta bendanya ketika orang lain mencegah kemurahannya terhadapku, dan dia telah memberikanku keturunan.”

Khadijah, wanita yang pertama kali beriman, wanita yang mendapatkan salam langsung dari Allah, Wanita yang mendapat hadiah sebuah rumah di surga karena keikhlasannya mengorbankan harta benda dan dirinya dijalan dakwah.

Itulah beberapa teladan cinta dalam islam. Kisah-kisah mereka begitu menginspirasi bukan? sebab cinta mereka tak hanya sebatas duniawi, cinta mereka dibangun dengan visi misi surgawi. Semoga kita dimampukan Allah untuk meneladani.

Mari memantaskan diri! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s